DESAGLOBAL.ID, DEPOK - UMKM Bojongsari Maju Bersama (Bosama), melaksanakan kegiatan Bakti Sosial 2022 dengan tema UMKM Bosama Peduli Stunting, Lihat Sekitar Kita. Dalam kegiatan ini, UMKM Bosama menyuplai makanan sehat bagi anak stunting yang ada di Kecamatan Bojongsari, Depok. 

Ketua UMKM Bosama, Andi Nur Aminah atau yang akrab disapa Ina mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UMKM Bosama pada kondisi masyarakat sekitar, yang ternyata faktanya ada banyak balita yang mengalami stunting. "Data per Februari 2022, total jumlah anak stunting di Kecamatan Bojongsari ada 460 anak. Setiap kelurahan berbeda-beda angkanya dan insya Allah kami akan memberikan suplai makanan secara bergiliran ke setiap kelurahan," ujar Ina, Jumat (25/11/2022). 

Ina mengatakan, tingginya angka stunting di Kecamatan Bojongsari memacunya untuk menggerakkan para pelaku usaha anggota Bosama untuk berpartisipasi. Antara lain dengan memberikan makanan yang diproduksi oleh pelaku UMKM dan diperuntukkan bagi anak stunting. Seperti bubur sehat, roti, susu, telur, buah dan lainnya. 

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bojongsari itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bojongsari Nur Kamelia, yang sekaligus Duta The Stunting Kecamatan Bojongsari. Hadir pula sejumlah ibu-ibu lurah, Duta Stunting tiap kelurahan, Ocan Bananas (ojek cantik pembawa makanan untuk anak stunting, Red) serta perwakilan anak-anak stunting dari Kelurahan Bojongsari Lama.  

Pada kesempatan itu, Nur Kamelia menyampaikan terima kasih kepada UMKM Bosama yang sudah memberikan perhatiannya untuk masalah stunting. Nur Kamelia mengatakan, segala daya upaya memang sudah sepatutnya dilakukan untuk menekan angka stunting di Kecamatan Bojongsari. 

Dia mengatakan, semoga dengan suplai makanan sehat dari UMKM, angka stunting di Bojongsari bisa menurun dan menurun, hingga menuju zero stunting. "Alhamdulillah, terima kasih atas kehadiran Bosama yang peduli pada penanganan stunting dan kerjasamanya. Juga kepada para ocan banana yang sekuat tenaga meluangkan waktunya untuk memberikan makanan sehat ke balita," ujar Nur Kamelia. 

Ketua Tim Penggerak PKK Bojongsari ini mengatakan, ada banyak faktor sehingga seorang anak bisa masuk kategori stunting. Paling banyak memang karena faktor kondisi ekonomi. Namun ada juga karena garis keturunan. "Kalau ibunya kecil, bapaknya kecil, kemungkinan anaknya kecil juga. Tapi niat kita, bagaimana caranya anak itu jadi anak sehat dan cerdas, sebagai penerus bangsa kita selanjutnya," katanya. 

Nur Kamelia berharap kegiatan awal ini akan terus berlanjut. Dia pun mengimbau masyarakat dan pelaku usaha bisa menyisihkan rezekinya untuk mendukung kegiatan nyata ini. "Semoga dengan niat baik, hasil kerja kita bisa terlihat, tapi memang pasti harus bersabar untuk penanganan stunting ini," ujarnya. 

Sementara itu, penasehat UMKM Bosama, Eis Rahmawati memberikan apresiasi kepada UMKM Bosama. "Luar biasa, ini keren banget, karena hanya UMKM Bosama yang peduli dengan stunting. Stunting ini adalah tanggung jawab kita bersama, pada anak-anak balita kita masa depan bangsa. Kegiatan yang bersinergi dengan PKK Kecamatan, ibu-ibu ojek cantik serta duta stunting. Sukses ya dan ini program yang luar biasa keren," ujarnya. 

Ketua Panitia acara Bosama Peduli Stunting, Erma Sulistyaningsih berharap sinergi antara UMKM Bosama, PKK, duta stunting dengan ocan bananasnya bisa terus berlanjut. Usai pemberian suplai makanan sehat secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan turun langsung ke Pos Yandu di Kelurahan Bojongsari Lama serta mendatangi sejumlah rumah keluarga yang memiliki anak stunting.*