DESAGLOBAL.ID, JAKARTA – Komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjaga kelestarian dan melindungi sumberdaya laut terus ditunjukkan lewat berbagai aksi nyata bersama pemangku kepentingan. Salah satunya dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) bersama PT. Astra Daihatsu Motor (PT. ADM) melalui Aksi Kolaborasi Program Penyu untuk Indonesia yang diselenggarakan pada Jumat, (29/7/2022) di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali.

 

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Muhammad Yusuf yang mewakili Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut menerangkan bahwa laut berperan penting bagi kehidupan manusia, karenanya mengelola dan melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dengan prinsip ekonomi biru harus dilakukan.

 

“Komitmen menjaga dan melindungi kelestarian laut, ditunjukkan Indonesia melalui kepemimpinan Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF). Oleh karenanya untuk memastikan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan terencana, terukur dan berkelanjutan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan dan para pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan,” terang Yusuf di Perancak.

 

Yusuf juga menjelaskan aksi kolaborasi yang bertujuan untuk konservasi penyu di Indonesia sekaligus dilaksanakan untuk mendukung Bulan Cinta Laut (BCL) dan memperingati Hari Segitiga Terumbu Karang Coral Triangle Day (CT-Day) yang ke-13 Tahun 2022.

 

Kegiatan yang diwarnai dengan pelepasliaran 363 tukik, dilanjutkan dengan aksi bersih pantai dan laut ini berhasil mengumpulkan 785 kilogram sampah terdiri dari 571,5 kilogram sampah anorganik dan 213,5 kilogram sampah organik.

 

Tak hanya itu, guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian dan perlindungan penyu untuk keseimbangan ekosistem di laut, KKP dan PT. ADM juga memberikan edukasi kepada masyarakat, para relawan, dan pelajar di wilayah Jembrana.

 

Direktur Corporate Planning and Communication PT. ADM Sri Agung Handayani menyampaikan apresiasi kepada KKP atas sinergi yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 melalui Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Penyu dan Ekosistemnya di Indonesia.

 

“Program lingkungan (konservasi) adalah satu dari empat pilar tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR) PT. ADM. Sejak tahun 2022 hingga saat ini, PT. ADM telah menetaskan dan melepasliarkan 399.000 tukik. Ini kami lakukan untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dan menjadi pemicu dunia usaha lain untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan,” jelasnya.

 

Sementara, I Wayan Anom Astika Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih mengungkapkan, sebelum menjadi pelestari penyu kelompoknya merupakan para pemburu penyu, namun berangkat dari keprihatinan terhadap penyu yang banyak diburu, dimanfaatkan, dieksploitasi, dan diperdagangkan secara illegal, sejak tahun 1997 pihaknya mulai mengakhiri perburuannya dan beralih untuk melestarikan penyu hingga saat ini. Anom juga tetap berkomitmen mendukung pemerintah dalam program konservasi penyu di Indonesia melalui pelestarian dan edukasi kepada masyarakat.

 

Kegiatan Aksi Kolaborasi selain dihadiri dan diikuti oleh unsur KKP, PT.ADM, Sekretariat Regional CT-CFF, dan pemerintah daerah, juga diikuti oleh Kepala Desa dan Tokoh Adat Desa Perancak serta pelajar sekolah dan komunitas otomotif Daihatsu di Bali.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam dalam berbagai pertemuan di tingkat global telah menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dan berkomitmen dalam menciptakan kesehatan laut. Ini dibuktikan melalui capaian komitmen Indonesia dalam kawasan konservasi perairan, program Bulan Cinta Laut dan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur.* (na-rls)