DESAGLOBAL.ID – Indonesia sukses menyelenggarakan KTT G20 di Bali yang dihadiri para pemimpin dunia. “Ini menjadi momentum kebangkitan dan pembuktian Indonesia di mata dunia sebagai negara yang kuat serta memiliki potensi besar dari segi sumber daya alam dan SDM yang unggul,” terang Guntur Subagja, ketua umum Intani saat membuka webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 95 secara daring, Rabu (16/11/2022).

Menurut Guntur, keberhasilan ini juga bisa meningkatkan kepercayaan dunia untuk berinvestasi di Indonesia. “Momentum ini harus kita maksimalkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi nasional,” ujarnya.

KTT G20 kali ini juga menarik, karena tidak hanya fokus membahas finance core tetapi juga isu krisis global yang mencakup krisis kesehatan, krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

“Pandemi Covid-19 memang memberikan guncangan besar bagi berbagai negara di dunia, tidak sedikit negara maju yang mengalami krisis di berbagai sektor hingga akhirnya masuk ke jurang resesi. Namun Indonesia mampu membuktikan bisa bertahan di tengah krisis global, bahkan kita bisa swasembada pangan,” terangnya.

Tidak bisa dipungkiri, sumber daya alam yang melimpah dan bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu kuncinya. Guntur mengatakan, pengoptimalan dua potensi ini sangat membantu perekonomian nasional bertahan di tengah krisis global.

“Realita di lapangan, masyarakat seakan tidak terkena krisis yang sangat dahsyat karena ditopang dengan ekonomi kerakyatan atau gotong royong, kekuatan ekonomi yang dibangun kelompok masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sekitar,” ujar Guntur, yang juga menjabat sebagai asisten staf khusus Wapres RI.


Seperti contoh nyata yang dilakukan oleh kelompok masyarakat desa Samberembe, Sleman dalam mengoptimalkan lahan pesawahan menjadi destinasi wisata mina padi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Frans Hero Making, penyuluh perikanan kecamatan Pakem, Sleman.

Hingga kini sudah menyerap banyak kelompok masyarakat untuk mengelola Mina Wisata Technopark Samberembe. “50 orang untuk mina padi, 4 orang ibu-ibu mengolah produksi, 20 orang dari pokdarwis mengelola wisata dan 60 orang yang aktif untuk pasar tiban,” terang Tri Dodi Hermawanto, pengelola Mina Wisata Technopark Samberembe yang juga narasumber webinar inspirasi bisnis Intani yang ditayangkan streaming di TANITV.

Hal ini menjadi bukti bahwa membangun kekuatan ekonomi nasional dan ketahanan pangan harus di mulai dari desa. “Bersama Prof. Gunawan Sumodiningrat, kami memiliki visi untuk memajukan Indonesia mulai dari desa. Dengan potensi 83.000 lebih desa yang ada jika dioptimalkan denga maksimal akan menjadi kekuatan yang luar biasa, jika desa maju maka otomatis Indonesia akan maju begitu pula sebaliknya,” ujar Guntur.

Guntur kembali mengingatkan dengan mengoptimalkan pertanian bisa berdampak pada lima sektor yaitu pangan, industri farmasi, industri kecantikan, pariwisatan dan energi terbarukan. “Jadi mari bergerak bersama kembangkan potensi alam dan maksimalkan bonus demografi kita untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan,” tutup Guntur.*